hari ini baru saja gue pulang dari menginap dirumah seorang kerabat gue yang keturunan jerman bernama Susi (bukan nama sebenarnya) yang edang terlibat gosip asmara bersama sorang bernama beken cikajang.
gue menginap bersama 7 orang lainnya, yakni: T-Gank, O-Fly, S-Weed (TOS, lihat selengkapnya di shinyhappypeople07.wordpress.com), afi si abang depok, shandy ratu alay, Smita siti hana, dan Jeanie menuju Manhattan.
hari pertama diawali dengan kegiatan rapat Dapur yang gue kurang ketahui isinya karena gue sibuk makan TICTAC, snack pilus seharga 2000 rupiah tapi nggak abis2 walaupun lo makan sepanjang minggu. ketika rapat selesai, kita berniat berangkat langsung kerumah susi, tapi ternyata gue si anak aduhai ini meninggalkan pakaian yang akan digunakan untuk menginap dikosan, jadi kami akan kekosan terlebih dahulu. tapi ternyata malang tak dapat dihindari, hujan turun dengan lebatnya tanpa ampun. tapi akhirnya setelah bertindak bodoh tanpa ampun dikanlam selama beberapa saat, hujan mereda. kamipun beranjak menuju kosan gw mengambil baju.
lalu gue dalam mobil T-gang bersama shandy dan smita mengarungi perjalanan dalam keheranan karena tidak berubahnya formasi duduk kami sejak terakhir kami bertamasya dengan mumun. AJAIB.
singkat cerita, kami sampailah dirumah susi dengan selamat. setelah bertawa ria sesaat dan latihan ngamen dan makan sore dan bergosip, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju jalan sabang untuk makan malam dan mengamen. oke. pertama-tama makan malam kami lakukan disebuah warung nasigoreng yang tampak kompeten. semua memesan makanan masing2. lalu giliran gue dan susi memesan. kita melihat daftar menu yang agak menakjubkan sebelum memutuskan untuk memesan nasi gaul untuk susi dan nasi goreng stres unuk gue. singkat cerita nasi pesanan kami datang dan kami mulai makan.
setelah sekitar 5 pengamen hilir mudik dimeja kita, kok sekiranya makanan yang gue makn nggak abis2? begitu juga dengan susi. akhirnya smita berasumsi dan mengucapkannya dengan lantang: “PASTI NASINYA BERKEMBANG BIAK!“
rasanya gue mau bunuh diri.
lalu kami bersiap mengamen yang akhirnya nggak jadi gara2 sabang sepi dan pengamen disana lagi gahar semua. nakutin. kamipun memutuskan untuk pergi ke monas.
sesampainya dimonas, kami langsung lupa diri dengan berfoto ria disetiap tempat yang sekiranya bisa disandari dan dipijaki. lalu setelah puas berfoto smpai masuk angin dan sakit pinggang, kami memutuskan untuk pulang kerumah susi. karena sudah terlalu malam, niatan gue dan smita membeli sbuah mainan tak tahu apa yang berwarna-warni kelap-kelip aduhai yang dijual di pelataran pakirpun GAGAL.
sesampainya dirumah susi, ternyata kantuk tak kunjung melanda, kamipun bersantai diberanda rumah susi yang menghadap halaman belakang yang terdapat kolam renang sekaligus kandang biri-biri. tak diangka tak dinyana, yang kami lakukan hanyalah bergosip hingga tanpa terasa adzan subuh terdengar. kamipun memutuskan untuk pindah kedalam kamar karena kaki terasa luar biasa gatal akibat nyamuk. daripada demam berdarah lagi kan? mendingan kita mencegah sebelum mengobati. sampai didalam kamar, ternyata masih juga belom ngantuk. para lelaki lalu mandi sementara gadis2hanya berganti kostum tidur (mungkin dunia memang udah mau kiamat. astagfirulloh). setelah segar, kami melanjutkan gosip sampai akhirnya tertidur-tidur ayam dijam setengah 6 pagi, sebelum kemudian HP susi berbunyi: TING TONG!
susi:”halo? iya nih… nyamnyamnyammm…” nggumam nggak jelas.
oh, si susi udah angkat telfonnya.
loh? susi bangkit dari tempat tidur.
loh dia nggak pegang HP?
loh HPnya ada dimeja?
ternyata tadi tuh bunyi sms dan si susi cuma iseng doang pura-pura angkat telfn. dasar bule sarap.
kemudian susi membacakan isi SMS dari cikajang: FIK, BANGUN SOLAT SUBUH. (kurang lebih gitu, gue lupa)
SAELAH DAAAAHHH!!! semua langsung bangun terus teriak2 setengah tidur.
dan susi tidur kembali dengan tenang
lalu guepun menjadi berkhayal bagaimana jika si oke mengSMS gue dan berkata: “ay, bangun, sholat subuh dulu.” astagaaaa. gue langsung ngajleng dari tempat tidur dan segera melaksanakan ibadah sholat subuh yang memang wajib adanya. lalu gue kembali tidur dengan bergumam, OKE, bangun, solat subuh duluuu…
dan smita memiting kaki gue yang tak berdaya.
kamipun tertidur pulas kembali.
esoknya tidak ada yang berkesan, kami bangun, sarapan, membahas gosip semalam sedetik, mandi, dan akhirnya kami pulang meninggalkan kediaman susi yang penuh kenangan akan kegosipan dunia. dan oh iya, gue akhirnya disuruh patungan 10ribu buat gantiin ngamen yang gagal.
bagus eh, buat menunjang diet finansial gue. GANYAMBUNG
oke. gue kan mencoba berpantun mengikuti jejak teman gue yang sangat menjadi idola.
ulet bulu suka lebay
sekian dulu, i’m sori gudbay
ah. TAHILAH